Rabu, 11 Desember 2013

Berita manifest 11/12/13



BEM walkout Musyawarah Umum Mahasiswa hari ke-2
Musyawarah Umum Mahasiswa Fakultas Hukum (MUMFH) hari kedua yang diselenggarakan pada (10/12) berlangsung alot dan panas. Acara yang sebelumnya diagendakan untuk melanjutkan pembahasan Lembar Pertanggung-Jawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiswa diwarnai aksi walkout yang dilakukan oleh hampir seluruh anggota BEM.
Asa Azuma Alba selaku ketua pelaksana saat ditemui usai MUM menjelaskan bahwa Bagus Tri Adikarya selaku Menteri Kebijakan Publik BEM-lah yang pertama kali melakukan aksi walkout lalu diikuti juga oleh presiden BEM (Mochammad Alfi Muzakki) serta para anggotanya. “Pertama kali yang memutuskan untuk walkout adalah Bagus, sebagai Menteri Kebijakan Publik BEM FHUB tahun 2012/2013. Tiba2 saya tidak tahu kenapa dan mengapa mereka keluar dan BEM menyatakan diri untuk walkout dan salah satunya presiden BEM”.
Aksi walkout sendiri menurut Asa berawal dari ajuan penundaan (pending) musyawarah untuk sholat sekitar pukul 15.00 oleh pihak BEM, namun karena tidak ada kesepakatan dari forum maka tidak dilakukan pending.
Secara keseluruhan, Asa mengatakan bahwa tujuan-tujuan dari MUM telah tercapai namun ada sedikit kekurangan karena LPJ BEM belum tersampaikan.
Di lain tempat, Yati sebagai anggota BEM yang dapat kami temui mengatakan bahwa seharusnya kejadian ini tidak perlu terjadi dan menyalahkan peserta sidang perihal aksi walkout ini “walkout yang terjadi adalah salah satu bentuk kekecewaan ya kenapa MUM bisa sampai seperti itu maskudnya sholat itu memang merupakan agama ya, pribadi masing-masing. Tapi di sini kan kita sebagai masyarakat FH harusnya menjunjung toleransi gitu. Sebenernya gak bakal ada terjadi walkout kalau ketika tadi temen-temen di masyarakat FH di MUM itu dewasa ya udah mengijinkan 15 menit kita hentikan sejenak pending dan sholat”.

Jumat, 06 Desember 2013

Berita Manifest 06 Desember 2013



MUM TIDAK SESUAI JADWAL
Dewan Senat Mahasiswa (DSM) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), kembali menyelenggarakan acara Musyawarah Umum Mahasiswa (MUM).  Agenda yang sempat mengalami “mati suri” selama 2 tahun ini dilaksanaan dari tanggal 5-6 Desember 2013, di auditorium gedung A lantai 6. Pada hari ke-2 kegiatan tersebut terpaksa tertunda, karena terjadi perubahan kebijakan dari pihak kemahasiswaan dalam hal penggunaan ruang musyawarah.
 “Sebenarnya sudah diterapkan jadwalnya tapi pihak kemahasiswaan tiba-tiba mendadak untuk menunda dikarenakan tempatnya digunakan untuk gladi bersih wisuda” jelas Asa Azuma Alba selaku ketua pelaksana. Asa menambahkan bahwa acara MUM  yang tertunda akan dilanjutkan pada hari Selasa (10/12) pukul 13.00 sesuai dengan kesepakatan forum. Asa juga menyinggung bahwa tingkat partisipasi mahasiswa sangat kurang, “Kalau dari pihak panitia sendiri dan saya sebagai ketua pelaksana tidak ada kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Cuma memang dari kurangnya partisipasi dari kawan-kawan mahasiswa hukum sendiri sebenernya”.


Satrio Napitupulu, Rahmi Awalia, Dewi Nursitta, dan Galang Adhe

Jumat, 29 November 2013

Plant Vs. Zombies (screenshot)





















Manifest 29 November 2013



BLF 2013 TAK MERIAH



Jumat (4/10) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengadakan event Brawijaya Law Fair (BLF), sebuah acara tahunan yang dimiliki oleh Fakultas Hukum. Namun sayang event tahunan nasional Fakultas Hukum kali ini menurut beberapa mahasiswa tidak semeriah event Brawijaya Law Fair ke-4 yang diselenggarakan tahun lalu. Tahun lalu, kegiatan yang diadakan adalah Dekan Cup, Debat, Karya tulis ilmiah dan Seminar Nasional. Sedangkan, tahun ini Fakultas Hukum Universitas Brawiaya hanya mengadakan 2 kegiatan untuk BLF, yaitu Dekan Cup dan Karya Tulis Mahasiswa Nasional. Beberapa mahasiswa mengatakan BLF tahun ini kurang terdengar gaungnya, Kiki mahasiswa angkatan 2012 berkata “tahun yang 2012, kalau yang tahun ini kurang tahu. Kayaknya sih kurang informasi, informasinya kurang banyak”. Beda halnya dengan Rizal mahasiswa angkatan 2011 yang mengatakan hanya tahu BLF 2012. “Pernah dengar tahun kemaren, Sebetulnya bukan tidak tahu informasi sih, emang sayanya aja” jelas Rizal.
Menanggapi hal ini, Anton selaku Ketua Pelaksana BLF 2013 mengatakan bahwa BLF tahun ini dirasa kurang meriah karena ada pengurangan jumlah kegiatan “Kalau di BLF tahun kemarin ada debat sama seminar nasional. Perbandingannya tahun ini di seminar nasional dan debat tersebut dihilangkan,  jadi tahun ini kita hanya dua dekan cup sama lomba karya tulis mahasiswa nasional”.  Beliau menambahkan bahwa panitia BLF 2013 memang kurang persiapan sehingga mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia untuk mengisi salah satu kegiatan BLF, debat ” Pertimbangan sendiri itu saya pribadi, waktu itu sudah maju ke pihak dekanat bahwa beberapa pertimbangan dari pak arif kalau kita adakan debat seperti itu yang diperlukan satu adalah juri, jurinya itu sangat banyak. Tahun kemarin kurang lebih ada 18 juri untuk debat sendiri jadi kita harus mempersiapkan mosi, mosi debat”.